Selasa, 19 September 2017

Perbedaan paragraf narasi ekspositorik dan narasi sugesti

Paragraf narasi ekspositoris ini merupakan suatu narasi yang mengisahkan serangkaian peristiwa yang benar-banar nyata terjadi alias fakta. Dalam paragraf narasi ekspositoris, logika merupakan hal yang penting. Sasaran utamanya adalah rasio. Paragraf narasi ekspositoris berusaha menyampaikan informasi untuk memperluas pengetahuan pembaca.

contoh:


        Pak rahmat berusia 40 tahun bekerja  sebagai seorang petani di Makasar,Ibu desi bekerja buruh cuci di rumah tetangganya. pak rahmat  mempunyai lahan kurang lebih 5 hektar,semua lahan tersebut ditanamai kelapa sawit,singkat cerita harga sawit pada saat itu sedang meningkat sehingga membuat pak rahmat menjadi petani kaya raya dan hidup serba  berkecukupan 
        Semenjak harga sawit jatuh,pak rahmat terlihat murung dan bingung memikirkan biaya hidup keluarganya,maklum karena sudah terbiasa dengan hidup mewah dan membuat anak pak rahmat menjadi manja dan sombong
         Siang itu pak rahmat menerima telepon dari anaknya yang sulung yang sedang kuliah di Malang,anaknya minta kiriman untuk biaya kuliah dan biaya sehari hari di perantauan.pak rahmat mempunyai 4 orang anak,anak tertua berusia 21 tahun yang sedang kuliah di salah satu Universitas Negeri di Malang,anak kedua berusia 17 tahun duduk di kelas 3 SMA,anak ke tiga berusia 15 tahun duduk di kelas 3 SMP dan anak bungsunya berusia 10 tahun duduk kelas 4 SD.Karena tak sanggup membutuhi hidup yang semakin meningkat belum lagi pak rahmat memikirkan biaya sekolah anak-anaknya.pak rahmat mengalami depresi berat dan mengalami gangguan kejiwaan dan pak rahmat dilarikan ke rumah Sakit Jiwa.

 Paragraf Narasi Sugestif adalah sebuah paragraf yang menggambarkan rangkaian kejadian yang tersusun sedemikian rupa untuk merangsang daya khayal pembaca mengenai peristiwa tersebut.
Bahasa yang umum digunakan narasi sugestif adalah bahasa kiasan dengan menggunakan kata-kata yang bersifat konotatif.

Paragraf Narasi Sugestif memiliki tujuan utama untuk memberikan makna atas kejadian sebagai suatu pengalaman. Jenis paragraf ini juga digunakan untuk menjelaskan sebuah proses atau rangkaian kejadian.
contohnya:
         
       
     " Saya bosan dengan makanan sampah ini" saatnya aku menikmati makanan segar begitu katanya. si lalat makan hingga kenyang.setelah kenyang,si lalat hendak pergi keluar dan terbang menuju pintu kaca yang tadi terbuka.Akan tetapi,pintu kaca tersebut telah tertutup rapat.Si lalat hinggap sebentar pada pintu kaca yang telah tertutup.Dia memandangi teman temannya yang berada diluar ruangan sambil melambaikan tangan mereka.teman-temannya seolah-olah ingin meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka. Si lalat terbang ke sekitar kaca untuk menemukan celah agar dia bisa keluar,namun sia-sia.
       Hari sudah petang,si lalat nampak kelaparan dan kelelahan lagi.Akhirnya,pagi pun tiba dan lalat kelelahan dan akhirnya tumbang dan mati.Melihat ada lalat mati,segerombolan semut datang untuk menjadikan bangkai lalat itu menjadi santapannya.Akan tetapi  salah satu dari semut itu berkata"mengapa lalat ini mati?"jawab semut yang lain"lalat ini mati karena usahanya yang terlalu keras dan tidak pantang menyerah untuk keluar dari ruangan ini". sepertinya sang semut masih penasaran dan dia bertanya lagi"mengapa dia mati dan tidak berhasil keluar padahal dia telah berusaha keras dan tidak menyerah?tantang semut kembali.kemudian semut yang lain menjawab semut itu lagi dan berkata"itu karena dia melakukan hal yang sama berulang kali dan bahkan tidak mencoba satu pun cara yang berbeda.    

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar